Jul 19

Oleh : Ron Widjaja

-Art Section-

4. Props Artist.
bekerja membuat segala object2 dalam sebuah level dan objek2 yang dibuat ini bisa “berinteraksi” ataupun hanya sebagai “pajangan” untuk membuat “dunia” dalam game terlihat lebih tangible / masuk akal. Skill yang dibutuhkan: kurang lebih sama dengan environment artist tapi harus bisa melihat suatu benda yang akan dimodel dengan lebih mendetail.

5. Game Animator.
bekerja membuat segala gerakan animasi dalam sebuah game dan mereka juga bertanggung jawab untuk animasi untuk setiap karakter baik dalam cutscene ataupun in-game animation.
Skill yang dibutuhkan: pengetahuan mengenai “flow” / “alur” dari suatu gerakan dan Game animator juga harus bisa meng”exagurate” / melebih-lebihkan suatu gerakan tertentu agar terlihat lebih “keren”. Oh iya pengertian tentang “Mocap” juga penting untuk dikuasai oleh Game Animator these days.

-Programming section-

seperti yang saya sudah tulis di post saya yang sebelumnya, saya minta maaf karena untuk bagian programming, saya hanya tau sedikit berhubung selama saya di AiV, saya hanya belajar di major “game art & design” jadi saya hanya tau dari dua aspek tersebut dan sedikit banyak untuk bagian “production” (berhubung 2 orang guru saya pernah menjadi producer di EA jadi mereka cerita banyak mengenai pekerjaan mereka)

dan kalau misalnya disini, saya juga ambil major “game programming & visual” mungkin saya akan mengerti mengenai spesialisasi di bidang programming tapi…tetap saja, saya belajar sedikit mengenai programming tapi hanya programming dari segi maya saja (which is MEL) jadi untuk segi programming, saya cuma bisa menjelaskan tentang pekerjaan “Technical artist” tapi untuk spesialisasi dalam hal2 yang lainnya, saya minta tolong bantuan dari senior2 GDI untuk bisa menambahkan segala hal yang tidak saya ketahui.

About Technical artist.

bekerja sebagai “penengah” antara programmer dan artist jadi Technical artist mengerti bagaimana “programming” dalam program2 3D modeling seperti Maya yang menggunakan MEL language dan mereka bisa memodel (yang tidak terlalu sulit2) dan juga bisa memprogram Maya sehingga setiap kali artist menemukan masalah dengan 3d modeling program mereka, Technical artist bisa membantu menyelesaikan “trouble shooting” tersebut.
Skill yang dibutuhkan: pengertian tentang programming language terutama untuk 3d modeling program seperti MEL untuk Maya atau mungkin Phyton (walaupun Maya jarang sekali menggunakan Phyton)

jadi ya kurang lebih begitulah mengenai spesialisasi dalam video game industry dan pada akhirnya saya akan tutup dengan 1 statement bahwa menjadi “jack of all trades” itu sebenernya tidak sepenuhnya salah tapi usahakan jangan mengambil lebih dari 2 section yang berbeda.

jadi misalnya anda mao jadi artist, sebaiknya anda usahakan jangan melangkah terlalu jauh dari art section itu sendiri misalnya dengan juga mengambil programming yang rumit karena saya jamin akan betul2 sulit untuk me”master”i keduanya bersamaan.

tapi kalau anda ingin menjadi artist jadi sebaiknya anda mendalami 2 atau maksimum 3 hal SAJA dari bagian art itu sendiri misalnya enviroment art dengan lighting art atau mungkin character art dengan texture art ataupun apapun yang masih dalam 1 lingkup “art” itu sendiri.

biasanya orang2 yang seperti ini disebut “generalist” (atau “Jack of all trades”) dan pada saat industri game lagi bertumbuh subur seperti pas jaman playstation 1 & 2 (kurang lebih dari 1996 sampai 2004) orang2 seperti ini memang dicari dan dihire oleh game2 company saat itu tapi sekarang ini berhubung tampilan dan complexity dalam sebuah game semakin rumit / complex, spesialiasi lebih dicari karena orang2 yang berspesialisasi inilah yang diharapkan bisa mengantarkan pekerjaan mereka tepat waktu

did you remember with what i just said on my previous post? di industri game, tidak ada yang lebih penting daripada “punctuality on delivering your job” atau ketepatan waktu dalam mengantarkan pekerjaan anda.

so sekali lagi…”it’s up to you” but do be wise dengan keputusan anda dan kalau anda bekerja di proyek2 yang lebih kecil seperti misalnya game2 casual DS atau small indie game project then jack of all trades masih bisa dimaklumi dan tentu saja bisa jadi “asset” luar biasa untuk sebuah game team development tapi kalau anda ingin bekerja di game2 yang diharapkan akan menjadi game yang cukup high end seperti untuk 360 atau PS3 then tidak salah lagi Spesialisasi adalah satu-satunya jawaban anda! (IMHO)

well hope it can help you,people! and saya minta maaf karena saya tidak tahu banyak dari sisi programming padahal saya tahu kalau di forum ini banyak sekali programmer2nya (dan juga para calon game programmer) tapi sekali lagi semoga ini bisa memberikan gambaran dan ide bahwa di industri game sekarang ini “Spesialisasi” itu sangatlah penting jadi sekali lagi do consider dengan pilihan anda di masa mendatang!

Well then…until next time! Godspeed!

Jul 19

Oleh : Ron Widjaja

Bagian 2: -Spesialisasi itu PENTING!-

Sekarang kita bakal membahas soal spesialisasi dalam dunia game jadi kalau misalnya dalam pembicaraan yang lalu, saya sudah kasih sedikit gambaran mengenai macam2 pekerjaan dalam dunia game sekarang kita bakal lebih menspesialiasikan masing2 dari pekerjaan tersebut.

Sebelum kita melangkah lebih jauh, saya ingin kasih 1 peribahasa yang saya dapat dari guru2 saya disini yaitu

“Jack of all trades, master of none”

artinya kurang lebih “Orang yang serba bisa pada dasarnya gak bisa menguasai penuh semuanya” dan semenjak saya dengar 1 peribahasa ini, image saya untuk menjadi orang serba bisa dalam dunia game langsung berubah total.

Awal mulanya, saya dengar peribahasa ini dari guru-guru saya dan dari begitu banyak guru-guru di AiV yang bekerja di beberapa perusahaan game yang berbeda, mereka semua tetap bilang 1 hal yang sama yaitu kalau biasanya orang-orang yang “Jack of all trades” inilah yang tidak akan dihire oleh perusahaan game di North America.

Kenapa? bukankah seharusnya orang yang serba bisa itu lebih praktis?

Memang betul sih tapi lebih bagus lagi kalau kita betul2 ahli dan mengerti jelas sampai sedalam-dalamnya untuk 1 atau 2 hal saja!

Contoh: misalnya saya seorang 3D modeler dan kita tau bahwa 3D modeling itu menyangkut banyak hal misalnya “Environment”, “Character”, “Texturing”,”Lighting”, etc dan mantap memang kalau saya bisa semuanya tapi yang pasti akan sulit karena untuk setiap bagian saja, tools dan featurenya banyak dan fungsinya ada yang mirip tapi banyak juga yang beda.

Karena itulah mungkin lebih baik kalau saya fokus di 1 hal saja misalnya “Character” dan darisana saya belajar untuk benar-benar mendalami tool2 yang ada dan mengerti jelas bagaimana modeling anatominya dll. Dan pada akhirnya karena “Spesialiasi” saya dalam mengerti semua tool2 yang berguna untuk “Character modeling”, title yang saya dapat adalah “Character artist” dan kerjaan yang akan saya dapat setiap kalinya hanyalah membuat character dalam 3D.

Gak bosen apa? masa kerjanya cuma bikin character doang?

hohoho! jangan salah! justru karena kita terus menerus membuat character, kemampuan kita dalam membuat karakter jadi “super” dan yang saya maksud dengan “super” itu dalam hal durasi / waktu pembuatan jadi kalau misalnya dibutuhkan waktu 3 hari untuk memodel 1 karakter tapi karena kita sudah terbiasa mungkin dalam waktu 3 jam bisa kelar dan di industri game tidak ada yang lebih penting di mata bos daripada ketepatan waktu dalam mengantar hasil kerjaan anda.

So dari contoh ini, kita bisa lihat kan kelebihan dari “spesialiasi”?
dan ini tidak cuma berlaku di 3D modeling saja tapi di segala mata pekerjaan game yang lain jadi karena itulah coba telusuri talenta anda masing2 dan DALAMI sedalam mungkin.

Nah! Sekarang saya akan membahas mengenai “Spesialiasi” untuk masing2 section dalam game development:

-Art Section-
terbagi ke 2 bagian yaitu traditional art & 3D art.

Traditional art ditujukan untuk hal2 yang berhubungan dengan gambar tangan biasa dan pekerjaan yang bisa dispesialisasikan darisana:

1. Concept Artist
bekerja membuat gambar environment dan character2 baik prototype ataupun yang bisa langsung diimplementasikan ke game.
Skill yang dibutuhkan: Excellent Drawing skill

2. Texture Artist.
bekerja membuat texture untuk model 3D yang sudah jadi biasanya lebih mengarah ke pembuatan character ataupun benda2 3D yang bertemakan fantasy yang mungkin mustahil untuk dicari tekstur aslinya. Skill yang dibutuhkan: Drawing skill dengan pemahaman 3D modeling software.

Lalu 1 lagi adalah 3D art dan dari namanya jelas kalau yang satu ini betul2 melibatkan 3D modeling program dan umumnya pekerjaan ini terbagi menjadi 3:

1. Environment Artist
bekerja membuat “dunia” dalam suatu game dan semua tampilan “kota” (macam gedung) & “lingkungan” (hutan dll) di suatu game secara keseluruhan. Skill yang dibutuhkan: Penguasaan 3D modeling software serta kemampuan menganalisa dan memilah bentuk dari suatu gedung atau lingkungan.

2. Character artist.
bekerja membuat character2 game berikut semua character NPC dan terkadang juga terlibat dalam pembuatan makhluk2 / monster dalam suatu game (tapi terkadang ada juga job titlenya tersendiri yaitu “Creatures artist). Skill yang dibutuhkan: Pengertian anatomi tubuh dan tentu saja menguasai 3D modeling software.

3. Lighting artist.
bekerja membuat & mengatur pencahayaan dalam sebuah game agar terlihat “real” dan juga mereka yang mengatur daerah2 gelap yang membutuhkan pencahayaan extra. Skill yang dibutuhkan: penguasaan lighting tool dalam 3d software dan kemampuan fotografi bisa sangat membantu.

(bersambung)

Jul 19

Ditulis Oleh : Ron Widjaja

Halo, semuanya! untuk thread kali ini, saya bakal ngomong 100% dalam bahasa indonesia jadi semua orang indonesia bisa mengerti jelas karena saya sadar kalau tidak semua orang mengerti bahasa inggris dan jadi saya minta maaf sebelumnya kalo dikebanyakan thread saya ngomong pake bahasa inggris dan bukannya saya mao tunjukin saya ini jago bahasa inggris atau karena saya sekolah game design di canada jadinya mao pamer bukan itu tapi karena saya sendiri masih dalam tahap belajar

yup tapi cukup tentang saya! sekarang saya pengen kasih sedikit wawasan saya untuk semua orang (terutama siswa SMP&SMU) atau siapa saja yang berpikir ingin masuk dan kerja di dunia game dan mungkin kalo diantara anda sudah ada yang kerja di dunia game mungkin bisa bantu membenarkan kalau saya salah karena jujur saja saya sendiri belum kerja di industri game yang sebenarnya karena sekarang ini saya sendiri cuma masih seorang siswa yang ambil major di game design.

ok sekarang kita mulai pembahasan kita dan untuk thread kali ini mungkin saya gak akan post langsung semuanya karena mungkin akan jadi terlalu panjang kalau saya langsung post semuanya jadi saya akan ke beberapa bagian yaitu:

1. Banyak “jalan ke Roma”.
2. Spesialisasi itu PENTING.
3. Tidak lagi mustahil asalkan anda tau batasan anda.
4. Belajar me-manage diri anda sendiri.
5. Kalau seseorang bilang kau “tidak bisa”…UBAH pola pikir anda!

dan mungkin saya akan menambahkan beberapa bagian lagi kalau ada banyak pertanyaan dari sesuatu yang mungkin tidak saya bahas tapi untuk sekarang saya akan bagi semua hal yang sudah saya dapet selama saya belajar dan dari guru2 saya di Canada.

- Bagian 1 : Banyak “jalan ke Roma” -

Selama ini, saya merasa kalau bikin game itu mustahil apalagi karena otak saya gak sampai kalau menyangkut programming tapi kalau cuma karena itu aja saya udah membuang mimpi saya untuk bikin game dan mungkin sekarang ini, saya gak akan nulis ini semua panjang lebar.

Untuk kerja di dunia game, banyak “jalan ke Roma” yang bisa ditempuh jadi game itu emang dibangun dari dasar programming tapi programming saja udah gak cukup lagi sekarang ini dan memang 40 tahun lalu, 1 orang programmer bisa bikin keseluruhan game tapi sekarang ini game itu dibuat dari beberapa bagian yaitu Art (menyangkut 3D model, musik, gambar, dkk), Programming (menyangkut coding,dkk), Design (menyangkut cerita, gameplay, research dan QA) dan satu elemen lagi yang paling sering orang lupakan yaitu “MANAJEMEN” jadi ibarat kursi kalau satu saja dasarnya gak ada pasti akan tumpang sebelah.

Jadi untuk kerja di dunia game itu, anda bisa mulai sebagai artist yang kerjanya bikin 3D model dan tentu saja dari artist sendiri pun banyak yang bisa anda dalami misalnya kalau anda betul2 jago dalam gambar tangan, anda bisa aja jadi concept artist, Texture artist atau mungkin 2D animation modeling dan kalau anda suka utak-atik 3D modeling program macam 3dsMax atau Maya, anda bisa jadi Environment Artist atau Character Artist dan masih banyak lagi pekerjaan yang menyangkut art yang akan panjang sekali kalau saya bahas satu persatu jadi untuk lengkapnya anda bisa baca di thread saya yang lain. (yang saya tulis dalam bahasa inggris)

dan kalau anda cinta sekali ama aktivitas yang disebut “coding” ya mungkin jelas kalau anda ingin sekali menjadi programmer dan jujur saja, saya kurang tau banyak mengenai programming jadi mungkin untuk lebih baiknya, anda bisa menanyakan soal programming ini ke senior2 GDI yang menurut saya adalah dewa2 programming game di indonesia

Sekarang kita masuk ke bagian design yang sangat saya cintai dan mungkin saja anda bertanya-tanya emangnya kenapa dengan game design? ya…game design itu yang membuat game2 yang anda mainkan “Fun” tapi untuk membuat sebuah game “Fun” itu sangatlah tidak mudah karena tentu saja kita harus banyak sekali memainkan game2 yang bagus (dan juga jelek) dan darisana kita belajar apa yang membuat suatu game bagus dan apa yang membuat suatu game mengerikan sekali untuk dimainkan. Jadi kalau anda ingin menjadi game designer ada satu hal yang harus ditanamkan di otak kita yaitu GAME DESIGNER bukanlah DIKTATOR!

Banyak orang salah kaprah (termasuk saya) mengira bahwa menjadi game designer itu ibarat jadi mandor dan bisa menyuruh2 programmer dan artist untuk membuat game sesuai yang dia harapkan…dan sebagian kecil dari itu memang betul TAPI ketika kita menjadi seorang game designer, kita tidak boleh lagi membuat game untuk “kita sendiri” tapi untuk orang banyak!

Kita harus mengerti apa yang orang2 atau target pasar tertentu suka dari suatu genre game dan dari sana dibutuhkan research yang luar biasa banyaknya karena kita harus “menjual” game kita ke banyak kalangan yang berbeda dan kita gak bisa memaksakan kehendak kita sebagai game designer dengan membuat segala sesuatu menjadi super complicated (baik dari cerita atau gameplay features) karena kalau demikian ya sama saja kita cuma ingin memainkan game itu seorang diri dan bukan buat kenikmatan orang lain.

Memang terlihat mudah tapi jujur saja game design itu adalah kerjaan terberat di dunia game karena Game Designer HARUS membuat sesuatu yang “baru” dan “berbeda” (baik dari gameplay maupun image karakter utama dll) dan memang sekarang ini dengan banyaknya game yang sudah ada pasaran susah untuk membuat sesuatu yang baru karena adalah AIB besar kalau game yang kita bikin disebut cuma “ikut-ikutan” doang seperti “Final Fantasy wannabe” dkk.

Waduh kalau gitu semuanya susah dong? kalau begini gimana caranya saya bisa kerja di dunia game kalau saya gak punya semua itu?

Jangan Khawatir! semua orang punya talenta dan value masing2!

kalau memang anda gak bisa gambar atau modeling terus
anda juga gak bisa coding dan
semua ide2 game yang anda bikin sudah terlalu mirip sekali dengan game2 jepang atau barat yang sudah ada di pasaran?

anda masih bisa menjadi QA atau mungkin kalau anda pandai dalam manajemen, anda bisa langsung saja jadi produser game.

jadi kerja sebagain QA itu bisa dibilang adalah kerjaan yang paling mudah tapi juga bisa dibilang yang paling susah juga dan saya akan jelaskan sedikit apa itu QA…QA itu singkatan dari Quality Assurance jadi anda bekerja mencari “bug” dalam suatu game dan memberikan rekomendasi kepada designer, artist dan programmer bila anda melihat sesuatu yang terlihat ganjil karena bug atau mungkin karena design misi yang tidak jelas urutannya atau mungkin 3D texture yang menghilang ketika game dimainkan.

kelihatannya mudah tapi sebenernya rumit karena mata anda harus benar2 tajam dan pekerjaan ini menyita waktu sangat sangat sangat banyak (lihat dari banyaknya kata “sangat”) dan gaji sebagai QA juga sangatlah kecil dan karena itu banyak orang yang antusias dengan dunia game hanya karena kerja sebagai QA, mereka bisa hilang interest-nya tapi tetap ada rewardnya kalau anda bekerja sebagai QA!

dari QA, anda bisa melangkah ke Designer atau Producer dan kebanyakan orang2 yang sudah ada di industri game sebenarnya memulai langkah mereka dari QA dan karena ketekunan mereka, mereka akhirnya memegang jabatan yang lumayan tinggi yaitu Producer dan sebagai producer anda menjadi “bos” dari suatu game dan andalah orang yang melihat keseluruhan proses pembuatan game dan mensupervize mereka agar semua staff bisa selesai tepat waktu!

jadi anda lihat banyak “jalan ke Roma” tapi sekali lagi ada satu pertanyaan dasar yang mungkin kita semua (sebagai orang Indonesia) bertanya-tanya…

“Di Indonesia kan, belum banyak perusahaan game-nya dan gimana caranya saya bisa kerja dan tunjukin ke mereka kalau saya bisa?”

saya akan balas dengan balik bertanya “Seberapa besar sih keinginan anda untuk membuat game?”

saya percaya sekali asalkan kita betul “passionate” dengan apa yang kita inginkan (which is dunia video game), kita pasti akan mencari jalan kita kesana!

memang mungkin Indonesia, perusahaan gamenya belum banyak tapi tidak menutup kemungkinan untuk anda meng”improve” portfolio anda dengan membuat banyak proyek2 game kecil seperti jika anda seorang artist mulailah banyak menggambar karakter game anda sendiri dan belajar memodel dalam 3D modeling program kalo ada ingin jadi 3D modeler atau kalau programmer mungkin bisa lebih mudah lagi karena mereka tulang punggung dari video game atau kalau anda ingin jadi game designer mulailah buat game yang betul2 ORIGINAL dan lain dari yang lain. (terpengaruh dengan game2 yang sudah ada diluar sana memang boleh TAPI tetap harus BEDA) karena perusahaan game yang kelas dunia tidak ingin meng-hire orang yang design-nya hanya bisa ikut2an saja.

dan mulailah berlatih baik bahasa inggris ataupun bahasa jepang dan siapa tau saja anda bisa pergi ke negara yang industri gamenya bertumbuh subur dan belajar banyak disana dan siapa tau saja ketika anda balik ke Indonesia lagi, anda sudah punya semua pengetahuan untuk memulai perusahaan game anda sendiri

bahkan kalau anda mau, anda bisa mulai sekarang juga perusahaan game anda sendiri (kalau uang anda banyak atau mungkin anda anak pejabat…hehehe) tapi tidak dianjurkan sih karena anda mesti jujur dengan diri anda sendiri dengan bertanya “do i have what it takes?”

well…sekian dulu pembahasan saya untuk kali ini dan maaf betul kalau tulisan saya terlihat panjang lebar sekali tapi saya harap bisa membantu memberikan ide untuk setiap orang yang ingin membuat video game sebagai salah satu tujuan hidup mereka.

Next time akan saya bahas topik selanjutnya mengenai “Spesialisasi”…until then…Godspeed!