Oleh : Ron Widjaja
-Art Section-
4. Props Artist.
bekerja membuat segala object2 dalam sebuah level dan objek2 yang dibuat ini bisa “berinteraksi” ataupun hanya sebagai “pajangan” untuk membuat “dunia” dalam game terlihat lebih tangible / masuk akal. Skill yang dibutuhkan: kurang lebih sama dengan environment artist tapi harus bisa melihat suatu benda yang akan dimodel dengan lebih mendetail.
5. Game Animator.
bekerja membuat segala gerakan animasi dalam sebuah game dan mereka juga bertanggung jawab untuk animasi untuk setiap karakter baik dalam cutscene ataupun in-game animation.
Skill yang dibutuhkan: pengetahuan mengenai “flow” / “alur” dari suatu gerakan dan Game animator juga harus bisa meng”exagurate” / melebih-lebihkan suatu gerakan tertentu agar terlihat lebih “keren”. Oh iya pengertian tentang “Mocap” juga penting untuk dikuasai oleh Game Animator these days.
-Programming section-
seperti yang saya sudah tulis di post saya yang sebelumnya, saya minta maaf karena untuk bagian programming, saya hanya tau sedikit berhubung selama saya di AiV, saya hanya belajar di major “game art & design” jadi saya hanya tau dari dua aspek tersebut dan sedikit banyak untuk bagian “production” (berhubung 2 orang guru saya pernah menjadi producer di EA jadi mereka cerita banyak mengenai pekerjaan mereka)
dan kalau misalnya disini, saya juga ambil major “game programming & visual” mungkin saya akan mengerti mengenai spesialisasi di bidang programming tapi…tetap saja, saya belajar sedikit mengenai programming tapi hanya programming dari segi maya saja (which is MEL) jadi untuk segi programming, saya cuma bisa menjelaskan tentang pekerjaan “Technical artist” tapi untuk spesialisasi dalam hal2 yang lainnya, saya minta tolong bantuan dari senior2 GDI untuk bisa menambahkan segala hal yang tidak saya ketahui.
About Technical artist.
bekerja sebagai “penengah” antara programmer dan artist jadi Technical artist mengerti bagaimana “programming” dalam program2 3D modeling seperti Maya yang menggunakan MEL language dan mereka bisa memodel (yang tidak terlalu sulit2) dan juga bisa memprogram Maya sehingga setiap kali artist menemukan masalah dengan 3d modeling program mereka, Technical artist bisa membantu menyelesaikan “trouble shooting” tersebut.
Skill yang dibutuhkan: pengertian tentang programming language terutama untuk 3d modeling program seperti MEL untuk Maya atau mungkin Phyton (walaupun Maya jarang sekali menggunakan Phyton)
jadi ya kurang lebih begitulah mengenai spesialisasi dalam video game industry dan pada akhirnya saya akan tutup dengan 1 statement bahwa menjadi “jack of all trades” itu sebenernya tidak sepenuhnya salah tapi usahakan jangan mengambil lebih dari 2 section yang berbeda.
jadi misalnya anda mao jadi artist, sebaiknya anda usahakan jangan melangkah terlalu jauh dari art section itu sendiri misalnya dengan juga mengambil programming yang rumit karena saya jamin akan betul2 sulit untuk me”master”i keduanya bersamaan.
tapi kalau anda ingin menjadi artist jadi sebaiknya anda mendalami 2 atau maksimum 3 hal SAJA dari bagian art itu sendiri misalnya enviroment art dengan lighting art atau mungkin character art dengan texture art ataupun apapun yang masih dalam 1 lingkup “art” itu sendiri.
biasanya orang2 yang seperti ini disebut “generalist” (atau “Jack of all trades”) dan pada saat industri game lagi bertumbuh subur seperti pas jaman playstation 1 & 2 (kurang lebih dari 1996 sampai 2004) orang2 seperti ini memang dicari dan dihire oleh game2 company saat itu tapi sekarang ini berhubung tampilan dan complexity dalam sebuah game semakin rumit / complex, spesialiasi lebih dicari karena orang2 yang berspesialisasi inilah yang diharapkan bisa mengantarkan pekerjaan mereka tepat waktu
did you remember with what i just said on my previous post? di industri game, tidak ada yang lebih penting daripada “punctuality on delivering your job” atau ketepatan waktu dalam mengantarkan pekerjaan anda.
so sekali lagi…”it’s up to you” but do be wise dengan keputusan anda dan kalau anda bekerja di proyek2 yang lebih kecil seperti misalnya game2 casual DS atau small indie game project then jack of all trades masih bisa dimaklumi dan tentu saja bisa jadi “asset” luar biasa untuk sebuah game team development tapi kalau anda ingin bekerja di game2 yang diharapkan akan menjadi game yang cukup high end seperti untuk 360 atau PS3 then tidak salah lagi Spesialisasi adalah satu-satunya jawaban anda! (IMHO)
well hope it can help you,people! and saya minta maaf karena saya tidak tahu banyak dari sisi programming padahal saya tahu kalau di forum ini banyak sekali programmer2nya (dan juga para calon game programmer) tapi sekali lagi semoga ini bisa memberikan gambaran dan ide bahwa di industri game sekarang ini “Spesialisasi” itu sangatlah penting jadi sekali lagi do consider dengan pilihan anda di masa mendatang!
Well then…until next time! Godspeed!